DAFTAR ISTILAH ASURANSI


Asuransi

Gbr. Republika

Asuransi memiliki istilah-istilah sendiri yang sebaiknya Anda pahami. Berikut adalah daftar istilah asuransi yang sering digunakan dalam hubungan Anda dengan perusahaan asuransi. Definisi istilah hanyalah merupakan penjelasan bebas dari penulis sesuai literatur, peraturan perundangan dan kelaziman. Definisi dan interpretasinya dapat berbeda antar perusahaan dan produk asuransi. Anda dapat merujuk ke polis asuransi Anda untuk mendapatkan definisi yang dipakai oleh masing-masing perusahaan asuransi.

  1. Agen : Orang yang telah terikat perjanjian keagenan dengan perusahaan asuransi untuk bertindak mewakili perusahaan tersebut dalam mencari nasabah,  merundingkan dan menyampaikan ketentuan-ketentuan polis dan melayani para pemegang polis.
  2. Akad: Istilah dalam polis asuransi syariah yang berasal dari bahasa Arab al ‘aqd yang berarti perikatan, perjanjian atau permufakatan. Dalam fikih, akad didefinisikan sebagai “pertalian ijab (pernyataan melakukan ikatan) dan qabul (pernyataan penerimaan ikatan) sesuai dengan kehendak syariat yang berpengaruh pada obyek perikatan.
  3. Aktuaris : Orang yang secara profesional telah menjalani pelatihan dalam berbagai aspek teknis asuransi, pensiun dan bidang-bidang terkait lainnya. Aktuaris bertanggung jawab memperkirakan berapa dana yang diperlukan dalam bentuk premi atau iuran pensiun untuk pembayaran manfaat jangka panjang.  Unit kerja di mana para aktuaris bekerja disebut aktuaria.
  4. Anuitas : Serangkaian pembayaran periodik yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis anuitas atau tanggungannya.
  5. Anuitan : Orang yang usianya dipakai sebagai patokan dalam penghitungan manfaat polis anuitas.
  6. Aplikasi : Dokumen yang berisi pernyataan fakta-fakta yang dibuat oleh seseorang yang mengajukan permintaan pertanggungan asuransi untuk digunakan oleh perusahaan asuransi sebagai dasar dalam pengambilan keputusan penerbitan polis. Aplikasi dapat berupa Surat Permintaan Asuransi Jiwa (SPAJ), Surat Permintaan Anuitas (SPA) dan Surat Permintaan Asuransi Kumpulan (SPAK) berikut kelengkapnnya. Aplikasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari polis asuransi yang diterbitkan.
  7. Asuransi Berjangka (Term Insurance) : Polis asuransi jiwa dengan masa pertanggungan tertentu (tidak seumur hidup)
  8. Asuransi Berjangka yang Dapat Diperpanjang (Renewable Term Life Insurance): Polis asuransi jiwa berjangka yang dapat diperpanjang pada akhir jangka waktunya, tanpa perlu bukti kelayakan asuransi (insurability). Namun, polis baru mungkin memiliki premi yang lebih mahal.
  9. Asuransi Berjangka yang dapat Dikonversi  (Convertible Term Insurance):  Polis asuransi jiwa berjangka yang dapat diubah menjadi polis asuransi jiwa permanen di atas permintaan pemegang polis.
  10. Asuransi Seumur Hidup (Whole life Insurance): Polis asuransi jiwa yang memberikan pertanggungan seumur hidup. Disebut juga asuransi permanen.
  11. Bancassurance : Metode distribusi penjualan asuransi menggunakan bank sebagai penyalur, umumnya menggunakan nasabah bank sebagai target pemasaran. Bancassurance juga mengacu pada perpaduan (konvergensi) layanan perbankan dan asuransi dalam satu tempat.
  12. Bancatakaful : Metode distribusi penjualan asuransi syariah menggunakan bank syariah/bank umum sebagai penyalur, umumnya menggunakan nasabah bank sebagai target pemasaran.
  13. Broker : Perantara penjual dalam asuransi jiwa dan kesehatan
  14. Bukti Insurabilitas (Proof  of insurability): Bukti bahwa seseorang adalah risiko yang dapat diterima oleh perusahaan asuransi.
  15. Daftar Manfaat (Benefit Schedule) : Dalam asuransi kumpulan, tabel atau daftar yang menunjukkan jumlah pertanggungan untuk setiap kelas tertanggung, yang biasanya dibagi menurut tingkat pendapatan, jabatan atau posisi.
  16. Dana : Sekelompok kekayaan yang dikelola oleh perusahaan asuransi yang dapat diidentifikasikan secara terpisah sebagai milik pemegang polis yang diinvestasikan sesuai dengan ketentuan polis.
  17. Deferred Premium Clause : Klausul yang mengatur mengenai pembayaran premi asuransi kumpulan secara angsuran.
  18. Endorsement/Addendum Polis :  Surat (dokumen) yang menyatakan perubahan terhadap beberapa data dalam polis yang telah diterbitkan, dapat berupa seperti perubahan ahli waris, premi, atau tanggal efektif polis, atau perubahan lainnya.
  19. Excess Claim : Sejumlah uang kelebihan atas pengeluaran biaya pelayanan kesehatan dari jumlah maksimum manfaat yang berlaku atas seorang peserta/tanggungan atau suatu jumlah biaya pelayanan kesehatan yang tidak termasuk yang dijamin oleh perusahaan asuransi sesuai dengan Ketentuan Polis.
  20. Explanation of Benefits (EOB) – Surat Pernyataan dari Perusahaan Asuransi yang menunjukkan klaim-klaim apa saja yang telah setuju untuk dibayar.
  21. Fact Finding: proses penggalian informasi kebutuhan asuransi calon nasabah.
  22. Field Underwriting : Proses seleksi risiko awal yang dilakukan oleh agen dan tenaga penjualan lainnya.
  23. Group Saving Plan : Program asuransi pensiun dengan manfaat pembayaran tunda setelah masa pensiun yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada para peserta namun pembayaran preminya ditanggung oleh pemberi kerja.
  24. Ilustrasi : Penjelasan oleh perusahaan asuransi mengenai bagaimana program asuransi akan berjalan. Dalam ilustrasi dijelaskan proyeksi polis dari tahun ke tahun dengan rincian berapa premi pada masing-masing tahun, manfaat asuransi yang diterima, suku bunga yang dijamin, dan keterangan tambahan lainnya. Ilustrasi hanyalah alat presentasi penjualan, bukan merupakan bagian dari polis yang akan diterbitkan.
  25. In force : Status di mana polis asuransi “aktif” dan mengikat secara hukum.
  26. Karyawan : Dalam program asuransi kumpulan, adalah seorang pekerja tetap, aktif bekerja penuh waktu minimum 30 (tiga puluh) jam kerja setiap minggu dan terikat hubungan kerja dengan Pemegang Polis Asuransi Kumpulan.
  27. Ketentuan Polis (Policy Provisions): Pernyataan-pernyataan yang terdapat di dalam polis asuransi yang menerangkan tata cara dan syarat-syarat kontrak pertanggungan asuransi.
  28. Klaim : Permintaan atau tuntutan pembayaran manfaat sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam polis.
  29. Komisi : Bagian dari premi yang dibayarkan kepada agen atau tenaga penjual lainnya sebagai imbal jasa dalam mendapatkan dan melayani pemegang polis.
  30. Koordinasi Manfaat (Coordination of Benefits /COB): Ketentuan atau prosedur yang digunakan Perusahaan Asuransi untuk menghindari pembayaran ganda ketika seseorang ditanggung oleh lebih dari satu polis.
  31. Laporan Pemeriksaan Kesehatan (medical report) : Laporan mengenai kondisi kesehatan calon tertanggung yang diisi oleh dokter umum atau spesialis berdasarkan pemeriksaan fisik maupun wawancara dengan calon tertanggung.
  32. Laporan Investasi (Unit Statement) : Adalah laporan yang berisi rincian saldo dana investasi (dalam unit dan rupiah) dan mutasinya dalam satu periode tertentu yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada para pemegang polis unit-link.
  33. Lapse : Pembatalan atau penghentian masa efektif polis karena premi tidak dibayar setelah melewati masa tenggang.
  34. Manfaat Polis : Jumlah yang akan dibayar oleh perusahaan asuransi kepada pihak yang mengajukan klaim/ahli waris/yang mewakili atau pihak yang memberikan jasa kesehatan (provider), tergantung jenis pertanggungan.
  35. Manfaat Kematian: Jumlah yang dibayarkan setelah kematian tertanggung.
  36. Masa Tenggang (Grace Period) : Periode waktu setelah tanggal jatuh tempo premi lanjutan di mana premi masih dapat dibayar tanpa dikenai bunga dan pertanggungan masih in force. Masa tenggang bervariasi tergantung jenis polis dan tahapan pembayaran.
  37. Masa Tunggu (Waiting Period): Masa waktu tertentu setelah polis diterbitkan di mana biaya kesehatan tertanggung tidak dijamin oleh polis. Lama masa tunggu umumnya adalah enam bulan sampai 2 tahun dan hanya berlaku untuk biaya kesehatan karena penyakit, bukan karena kecelakaan.
  38. Nasabah (klien) : Nasabah adalah individu atau kelompok yang menjalin hubungan bisnis dengan perusahaan asuransi. Nasabah dapat berupa calon pemegang polis (prospek), pemegang polis, maupun mantan pemegang polis atau keluarga/perwakilannya.
  39. Nilai Aktiva Bersih / NAB (Net Asset Value): Adalah nilai pasar bersih dari investasi yang bergerak mengikuti kecenderungan pasar. Nilai Aktiva Bersih dibagi dengan keseluruhan unit penyertaan yang ada dalam satu dana investasi menghasilkan unit price yaitu nilai rupiah per satu unit investasi.
  40. Nilai Tunai/Tebus (Cash/Surrender Value): Komponen “tabungan” dalam asuransi jiwa tradisional, yaitu kelebihan uang yang disisihkan dari premi setelah dikurangi biaya-biaya asuransi berikut akumulasi hasil pengembangannya (bunganya).
  41. Pemegang Polis : orang atau sekelompok orang yang melakukan perikatan kontrak asuransi (polis) dengan perusahaan asuransi. Pemegang polis (policy holder) yang juga disebut pemilik polis (policy owner) adalah pihak yang melakukan pembayaran premi.
  42. Pemulihan Polis (Reinstatement) : Pemulihan kembali efektivitas pertanggungan bagi polis yang sudah lapse.
  43. Penebusan Polis (Surrender) : Pembatalan polis sebelum berakhirnya masa pertanggungan oleh pemegang polis.
  44. Perpanjangan Polis (Renewal) : Perpanjangan masa pertanggungan melewati batas waktu awalnya oleh pemegang polis dan disetujui oleh perusahaan asuransi dengan dibayarnya sejumlah premi lanjutan.
  45. Periode Pemulihan (Reinstatement Period) : Masa di mana polis yang telah lapse masih dapat dipulihkan.  Masa pemulihan biasanya adalah satu tahun setelah tanggal jatuh tempo terakhir, di mana pemegang polis harus membayar tunggakan premi berikut bunganya agar polis dapat dipulihkan.
  46. Penerima Manfaat (Beneficiary) : Orang atau organisasi yang mendapatkan pembayaran manfaat polis.
  47. Pengaju Klaim (Claimant): Orang atau organisasi yang mengajukan klaim. Pengaju klaim adalah peserta, pemegang polis atau provider (untuk klaim asuransi kesehatan) dan ahli waris atau bank untuk asuransi jiwa dan anuitas.
  48. Peserta : Karyawan yang memenuhi syarat untuk dipertanggungkan, telah didaftarkan oleh Pemegang Polis dan disetujui oleh perusahaan asuransi berdasarkan hasil seleksi risiko (underwriting).
  49. Pernyataan Kesehatan: Formulir yang diisi dan ditandatangani oleh calon tertanggung yang menyatakan kondisi kesehatannya.
  50. Persyaratan Kepesertaan (Eligibility Requirements): Persyaratan yang haru dipenuhi seseorang agar diperbolehkan menjadi peserta asuransi kumpulan.
  51. Persetujuan Klaim Ex-Gratia : adalah persetujuan untuk membayar klaim meskipun secara hukum perusahaan asuransi tidak berkewajiban membayarnya, misalnya karena risiko tidak termasuk yang dipertanggungkan dalam polis.
  52. Pinjaman Polis: Suatu pinjaman yang diberikan perusahaan asuransi kepada pemegang polis yang dijamin dengan nilai tunai polis tersebut. Jumlah saldo pinjaman mengurangi manfaat polis.
  53. Polis : Perjanjian asuransi antara penanggung dan pemegang polis serta dokumen lainnya yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan perjanjian asuransi tersebut, termasuk sertifikat peserta dalam bagi asuransi kumpulan. Polis asuransi juga sering disebut kontrak polis atau kontrak.
  54. Polis Asuransi Unit-Link: Polis asuransi jiwa yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a. nilai manfaat yang dijanjikan ditentukan oleh kinerja subdana investasi yang dibentuk untuk unit link tersebut; b. nilai manfaat yang diperoleh dari subdana investasi dinyatakan dalam unit; dan c. mengandung pertanggungan risiko kematian alami.
  55. Polis Asuransi Tradisional: Polis asuransi yang tidak memiliki komponen investasi yang terpisah seperti dalam polis asuransi unit-link. Polis asuransi jiwa tradisional dapat mengandung komponen tabungan maupun tidak (murni asuransi).
  56. Polis Anuitas : Polis yang menampung dan mengembangkan sejumlah dana yang dapat digunakan setelah melewati usia pensiun. Setelah umur yang ditentukan, perusahaan asuransi akan membayarkan manfaat anuitas secara bulanan dan sekaligus berupa sejumlah uang bila tertanggung (anuitan) mencapai usia tertentu atau meninggal dunia.
  57. Polis Individu : Polis asuransi yang memberikan pertanggungan asuransi kepada perorangan/individu dan, dalam beberapa kasus, anggota keluarganya.
  58. Polis Kumpulan : Polis asuransi yang memberikan pertanggungan kepada seorang pemberi kerja atau pihak lain untuk risiko asuransi sekelompok orang yang secara resmi bekerja atau memiliki ikatan bisnis lain dengannya.
  59. Pre-existing Condition: Masalah kesehatan yang sudah ada sebelum tanggal efektif pertanggungan asuransi (enam bulan sampai 2 tahun). Umumnya perusahaan asuransi tidak menanggung pre-existing condition, atau hanya menanggung setelah melewati masa tunggu (waiting period).
  60. Premi : Sejumlah uang yang tercantum dalam polis  yang disetujui oleh pemegang polis, untuk dibayarkan kepada  perusahaan asuransi sesuai yang diperjanjikan agar polis tetap aktif. Yang termasuk dalam Premi adalah Premi Pertama, Premi Lanjutan, Premi Perpanjangan dan Premi Perubahan Polis.
  61. Profit sharing (Pembagian Keuntungan): (1) Pengembalian sebagian dari premi asuransi kumpulan kepada pemegang polis yang memiliki riwayar klaim lebih baik daripada yang diperkirakan pada waktu premi dihitung. (2) Pengembalian sebagian premi reasuransi  kepada perusahaan asuransi yang memiliki riwayat klaim lebih baik daripada yang diperkirakan saat premi dihitung. Juga disebut experience refund atau dividen.
  62. Prospecting: Proses untuk mencari calon nasabah (prospect).
  63. Proposal : Penjelasan oleh perusahaan asuransi mengenai manfaat/uang pertanggungan yang dijamin dalam program asuransi kumpulan yang ditawarkan untuk masing-masing peserta beserta besaran premi dan syarat-syarat pokok pertanggungan. Proposal asuransi kumpulan juga sering disebut quotation.
  64. Rasio Klaim (Claims Ratio): Jumlah rupiah klaim yang dibayarkan oleh Perusahaan Asuransi dibandingkan dengan jumlah premi yang diterima. Rasio klaim seringkali ditunjukkan sebagai persentase klaim untuk setiap rupiah yang diterima.
  65. Reasuransi : Pengalihan pertanggungan oleh perusahaan asuransi lain, yang biasa disebut reasuradur, sebagian porsi risiko yang diterima oleh perusahaan asuransi penerbit polis. Reasuransi dapat dilakukan melalui treaty (otomatis) atau secara facultative (kasus per kasus).
  66. Reduced Paid-Up: Manfaat non-klaim (non-forfeiture) di mana  nilai tunai bersih dari polis asuransi digunakan sebagai premi tunggal untuk membeli pertanggungan dengan jenis dan periode yang sama dengan polis yang ditebus, namun dengan uang pertanggungan yang lebih kecil.
  67. Rekanan (Provider) : Rumah sakit, laboratorium kesehatan atau klinik/balai pengobatan yang menjalin kerjasama dengan perusahaan asuransi untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada nasabah-nasabahnya atas beban biaya perusahaan asuransi tersebut sebatas jumlah yang dijamin (dinyatakan dalam sebuah surat jaminan).
  68. Retention Limit : Jumlah nominal rupiah di mana perusahaan asuransi dapat mempertanggungkan sepenuhnya tanpa bantuan reasuransi.
  69. Rider : Ketentuan yang melekat pada polis yang memberikan manfaat tambahan atau pembatasan.
  70. Ringkasan Polis : Dokumen yang berisi intisari dari pertanggungan polis.
  71. Risiko : Kerugian yang dapat terjadi atau individu yang dipertanggungkan
  72. Sertifikat Asuransi : Lembar pernyataan pertanggungan yang diberikan kepada seseorang yang menjadi peserta dalam asuransi jiwa/kesehatan kumpulan, yang berisi manfaat polis dan ketentuan-ketentuan pokok yang mengikat berikut tanggal efektif pertanggungan.
  73. Service Level : Batas waktu yang ditetapkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan baik underwriting, penerbitan polis, perubahan polis, konfirmasi persetujuan/penolakan akseptasi dan pelaporan.
  74. Surat Jaminan Rawat Inap: Surat yang disampaikan oleh perusahaan asuransi kepada rumah sakit provider yang berisi jaminan pembayaran biaya-biaya rawat inap oleh perusahaan asuransi sejumlah maksimal tertentu untuk peserta asuransi kesehatan yang namanya tercantum dalam surat tersebut.
  75. Switching: Pemindahan dana investasi unit-link dari satu jenis dana ke dana lainnya.
  76. Tabel Mortalitas: Tabel yang menunjukkan tingkat kematian untuk sekelompok individu yang dibagi berdasarkan usia.
  77. Tanggungan (Dependant): Seorang suami/istri dan anak-anak yang sah.
  78. Tertanggung (Insured) : orang atau sekelompok orang yang risikonya dipertanggungkan dalam kontrak asuransi.
  79. Top-Up: Penambahan dana investasi unit link di luar pembayaran premi reguler/sekaligus.
  80. Uang Pertanggungan : Sejumlah uang yang menjadi kewajiban perusahaan asuransi untuk mengganti semua atau sebagian kerugian keuangan yang terjadi pada tertanggung sebagaimana disebutkan dalam polis. Uang Pertanggungan dalam asuransi kesehatan biasa disebut manfaat polis.
  81. Underwriting : Proses untuk mengevaluasi, menyeleksi dan menyetujui risiko asuransi dan menentukan berapa jumlah risiko dan apa syarat-syaratnya yang dapat diterima oleh perusahaan asuransi. Pegawai yang melakukan proses undewriting disebut underwriter.
  82. Unit: Satuan jumlah penyertaan pemegang polis dalam setiap dana yang dipilih.
  83. Wakalah: Dalam asuransi syariah, penyerahan, pendelegasian atau pemberian mandat dari seseorang ke orang lain semasa pemberi mandat masih hidup.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s