SOP AYAM PAK MIN – KLATEN = urbanisasi Kuliner


Sop Ayam Pak Min

Ternyata urbanisasi bukan hanya orang saja yang pindah dari desa ke kota, bahkan masakan khas daerah pun turut serta untuk urbanisasi menyerang kota Jakarta, kali ini dari tempat makan yang cukup kondang di daerah klaten membuka cabangnya di daerah Jakarta, tepatnya di timur Jakarta, berbatasan dengan pondok gede, yup Sop Ayam Pak Min yang asli Klaten. Menempati sebuah ruangan yang cukup luas di gedung Futsal di Halim perdanakusuma, Jl Raya Pondok Gede.

Saya berkesempatan mampir di sop ayam pak min ini ketika waktu berbuka puasa menjelang, rencana awal yang akan berbuka dengan mie yogya harus batal, karena tidak berjualan. Sempat bingung saya harus berbuka dimana lagi, karena tidak ada back up plan … haiyaaaaaah. Istri saya yang berbonceng di belakang saya tiba-tiba berteriak… ”ke Sop Ayam pak min aja… kan masih baru buka tuh..!”, ya sudah akhirnya saya memutuskan untuk mampir di sop ayam pak Min.

Ketika memasuki tempat ini tampak berderet meja dan bangku panjang yang sudah penuh terisi dengan pengunjung yang asyik menikmati sop ayam. Saya pun mengambil tempat di meja yang kosong, sambil melihat menu masakan yang terpampang cukup besar dengan harga yang cukup bersahabat. Lalu saya pun memesan 2 sop paha ayam dengan nasi terpisah dengan 2 teh manis hangat cukuplah sebagai menu berbuka, tidak beberapa lama hadir lah pesanan saya. Saya sempat terkejut dengan tampilan sop ayam ini, disajikan dalam mangkok dalam keadaan panas, namun dengan tampilan yang sangat-sangat minimalis, hanya sepotong ayam kampung yang dipotong-potong dengan kuah yang nyaris bening dengan sejumput daun seledri sebagai toppingnya. Apa istimewanya yah sop ini sampai nekat buka cabang di Jakarta..? itu yang ada di dalam pikiran saya ketika melihat tampilannya.

Ritual untuk mencoba kuahnya dulu pun saya lakukan, dengan kuah yang masih mengepul, saya pun meniup-niup kuah yang ada di sendok, lalu mulai menikmatinya… mmmh… rasanya enteng, tidak terlalu berminyak bahkan nyaris tanpa minyak ketika inderasa pengecap rasa saya mulai bekerja, gurih yang pas. Bahkan nyaris sama dengan sop yang biasa disajikan oleh emak saya, tapi saya merasakan ada sedikit rasa yang berbeda. original kuah sudah saya nikmati saya pun mulai menambahkan 1 sendok kecil sambel yang tersedia di meja, dan kembali menikmati kuahnya terlebih dahulu, man teman-teman ternyata kuahnya berasa lebih nikmati karena sedikit ada rasa pedas yang menambah nikmat sop ayam ini, 2 jempol dah untuk kuahnya. Saya pun mulai mempreteli daging ayam kampungnya, daging ayamnya begitu empuk dan tidak alot layaknya ayam kampung, enak, mungkin ayam kampung ini direbus bersamaan dengan kuah sopnya, karena rasa ayam kampungnya begitu gurih….. alamak….. spontan saya menyesal menganggap remeh sop ayam pak min ini.. kalo bahasa kerennya don judge de book bay de coper… he he he, penampilan sederhana tapi kaya rasa…….!

Sop Ayam Pak Min – Klaten

Lapangan Futsal Halim perdanakusuma – Jl Raya Pondok Gede, Jakarta

1 Porsi Sop dada Ayam nasi pisah Rp. 14.000 plus nasi putih.

Salam

Alex

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s