Menikmati Ikan Bakar Ala Makassar


Kedai Mancing TMII

Kedai Mancing TMII

Orang Makassar sejak dulu terkenal sebagai pelaut ulung, dengan perahu phinisi-nya menjelajah samudera, menantang ganasnya ombak samudera hingg benua afrika. Selain dikenal sebagai pelaut ulung, orang Makassar juga terkenal memiliki berbagai ragam menu masakan dengan ikan sebagai dasarnya, yah yang terkenal adalah ikan bakarnya, dengan bumbu yang khas yang tidak sama dengan daerah lain.Nah kebetulan saya sebagai seorang pecinta kuliner berkesempatan mencicipi ikan bakar ala Makassar ini. Terletak di jalan raya Pintu III Taman Mini Indonesia indah, berdampingan dengan tempat makan yang sudah lebih dahulu eksis. Bernama “Kedai Mancing” spesialis ikan bakar khas Makassar, bercat dinding berwarna kuning cukup mencolok, sehingga mudah dicari, dijamin yang sering ke TMII pasti dengan mudah menemukan tempat ini.Tampak beberapa pengunjung sedang asyik menikmati hidangan di kedai mancing ini, ketika saya dan istri memasuki rumah makan ini, saya pun mengambil posisi duduk di sudut rumah makan ini, sehingga bisa leluasa melihat ke seluruh sudut rumah makan ini. Memesan 1 porsi coto Makassar dengan isi jeroan dan 1 porsi ikan kue bakar. Coto Makassar datang terlebih dahulu, taburan daun bawang tampak mengapung di atas kuah coto berwarna kecoklatan, kalo saya bilang sih butek he he he, isi coto Nampak malu-malu, namun ketika sendok mengaduk coto ini tersembul lah potongan daging jeroan, daging jeroannya begitu empuk, kuah coto ini tampak begitu meresap dalam potongan daging jeroan, kuahnya begitu kuat namun masih enteng. Tidak berapa lama pesanan ikan kue saya datang, wow cantik sekali ikan kue bakar ini, daging ikan kue ini tampak berwarna kecoklatan namun tidak ditemui bagian yang gosong, hasil pembakaran yang sempurna, karena begitu kita memulai menikmati daging ikan bakar ini, bagian dalamnya matang sempurna. Ikan bakar ini berasa manis karena bumbu bakarnya masih tampak melekat dibagian luar ikan bakar ini. Ikan bakar ini didampingi 4 buah sambel pendamping. Sambel kecap, sambel cabe merah, sambel cabe hijau dan sambal mangga muda. Ketika mencocol daging ikasn bakar ini disambel kecap, ikan terasa manis namun tidak berlebih, lalu saya mencoba mencocol dengan sambel hijaunya, sambelnya terasa asem pedas namun menyegarkan dengan rasa pedas yang diawal tidak terlampau nendang, namun kelamaan bibir terasa kena pukulan hook Muhammad ali, ketika saya berpindah mencoba sambel merahnya, hampir serupa dengan sambel hijaunya… namun kali ini begitu dominan pedasnya. Nah kalo yang ini bagaikan kena pukulan upper cutnya mike Tyson, langsung KO…mantap deh. Saya pun lantas berpindah ke sambal mangga mudanya. Rasa asam yang begitu kuat menohok ditambah sedikit pedas……. Weleh… saya pun langsung benar-benar dibuat KO, keringat bercucuran di wajah saya, tak terasa ikan bakarnya tandas tak tersisa hanya menyisakan tulang belulang saksi hidup, kelezatan ikan bakar ini.

Total kerusakan

6 Ons ikan kue bakar

1 porsi coto Makassar

2 nasi putih

2 teh hangat

Total Rp. 88.000,-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s