Caper (3) Delhi – Kathmandu, Tips Security Check di Bandara India


Akhirnya, hari H-nya tiba. Pesawat kami berangkat jam 08.40 dari Delhi. Untungnya, kami menginap di The Uppals (National Highway no. 8, New Delhi 110037, tel 0091 1141511515) yang terletak hanya 15 menit dari IndiraGandhiInternationalAirport. "You have to be ready in the airport 3 hours before Sir! This in international flight" kata resepsionis hotel. Iya sih, internasional, tapi Nepal getoloch! Kan deket? Mulailah kita melalui security check di Bandara New Delhi yang super ribet dan ketat. Sekalian saya jelasin ya, supaya yang mau ke India bisa siap-siap dulu!

Yang pertama, jangan lupa print semua e-tiket. Karena, kalau tidak membawa print-out tiket dengan nama Anda dan tanggal hari itu, Anda nggak akan boleh masuk airport oleh petugas berseragam coklat yang muka dan gayanya selalu nyebelin. Kalau Anda gak bawa tiket, maka paling sial Anda harus mencari nama Anda di daftar semua penumpang pesawat yang akan terbang dari Delhi pada tanggal tersebut, pada kertas continuous form yang panjangnya bisa satu meter! Dalam pengecekan ini saja biasanya antriannya sudah panjang. Kemudian, langkah kedua adalah X-Ray. Nah, ini edan juga. Di India, X-Ray dilakukan oleh airline, bukan oleh pemerintah. Jadi, tergantung airline Anda, misalnya Jet Airways, carilah mesin X-Ray yang ada tulisan Jet Airways-nya, plus ada petugasnya juga. Tas yang masuk bagasi di-scan disini.

Awas! Perhatikan bahwa sang petugas harus menempelkan stiker ke sisi tas Anda. Jangan sampai dia lupa, atau stikernya sobek sedikit – karena akan ditolak cek in! Kemudian, sesudah stikernya dipasang, jangan buka tas Anda sampai di tujuan nanti, karena kalau stikernya sobek karena tas dibuka sesudah X-Ray Anda ditolak cek in dan harus ngantri X-Ray lagi. Sampai sini, kalau sial sudah habis 1 jam – 30 menit di gerbang masuk dan 30 menit di X-Ray. Jangan lupa juga mengambil kertas tag untuk tiap tas yang akan dibawa ke kabin di counter cek in!

Nah, berikutnya adalah pengecekan paspor. Bandara Delhi sangat aneh posisi counternya, miring kiri-kanan dan nggak jelas ngantrinya, hehe. Ambil saja antrian yang paling kosong dan tegak lurus dengan salah satu meja yang ada petugasnya. Nah, setelah itu, lagi-lagi di Delhi ini antik: posisi lounge-nya sebelum security! Jadi masuk lounge tidak bisa lama-lama karena harus menyediakan waktu untuk security check. Lagian ngapain juga masuk lounge-nya, saya pernah coba lounge krisflyer gold-nya: toiletnya gantian, makanan cuma snack, dan penuh banget! Lebih baik langsung ke security karena security-nya super ribet.

Di India ada sistem yang namanya tag system. Jadi, setiap tas yang Anda bawa – baik itu tas pinggang, tas kabin, atau bahkan kantong kresek – semuanya harus ada tag dari kertas yang diambil di counter cek in. Nah, di security ini, antriannya panjaaaaang banget. Pertama-tama perhatikan nomor gate Anda, dan mengantrilah di jalur yang benar (kalau ditolak diujung gara2 beginian kan kesel). Nah, sesudah itu, siapkan semuanya: masukkan semua dompet, kunci, dll, ke dalam tas, keluarkan komputer Anda, dan jangan lupa bawa paspor dan boarding pass Anda. Disini, tas Anda akan masuk X-Ray, dan Anda akan masuk ke jalur lain lagi untuk personal check – ingat-ingat, dimana posisi tas Anda. Masuk ke security, Anda akan digerepe (diraba2) dengan sukses sama petugas yang mukanya nyebelin tadi. Makin banyak dompet, makin lama diraba-nya, jadi kecuali Anda memang menikmati diraba sama petugas India (jangan bayangin Aishwarya Rai, bayangin polisi gendut yang di Slumdog Millionaire!), pastikan semua kantung Anda kosong.

Untuk yang wanita ada tempat rabaan khusus yang berpenutup, dan antriannya lebih panjang karena proses raba-merabanya lebih lama. Sesudah selesai, pastikan petugas sesudah selesai meraba, mencap boarding pass Anda – tanpa cap gak boleh naik pesawat! Lalu, dari situ, kembalilah ke counter tempat tas Anda di-X-Ray. Carilah tas Anda, mudah-mudahan tidak disuruh dibongkar isinya. Hati-hati dengan korek api, mendingan dibuang daripada ribet di security. Disini, perhatikan bahwa petugas harus mencap semua tag kertas Anda – jangan kelewat! Kalau capnya kurang jelas, langsung complain dan minta dicap lagi, kalau tidak, Anda bisa ditolak masuk pesawat. Sesudah ini beres, barulah Anda bisa menunggu di gate. Dari sini, kalau belanja, Anda tidak akan dapat kantung plastik – karena kantung plastiknya tidak ada tag-nya! Hehe. Tapi, saya mengerti juga kenapa ribet begini. Kalau negara Anda tetangganya sangar-sangar seperti Afghanistan dan Pakistan, ya memang begini jadinya. Dalam perjalanan ini saja saya melihat ada 3 orang yang mukanya (menurut saya) mirip banget sama Osama Bin Laden, plus janggut, sorban, dan bajunya!

Akhirnya, kami sampai juga di gate. Nampak orang-orang menunggu penerbangan Jet Airways ke Kathmandu. Wajahnya terlihat lain dengan orang India, kulitnya sedikit lebih putih dengan mata yang sipit, sudah mirip orang Cina tetapi kulitnya sawo matang. Beberapa orang memakai topi, semacam kopiah a la Nepal (yes, namanya topi). Saya sudah semangat nih, aura petualangan semakin kental. Apalagi, Jet Airways meng-upgrade kami untuk duduk di kelas bisnis! Jadilah kami duduk dengan santainya di kursi besar. Saya memilih Indian Option untuk makan pagi, walaupun vegetarian. Jet Airways merupakan maskapai penerbangan India yang cukup bagus, dengan pesawat Airbus A320-300, TV dengan layar sentuh, dan pelayanan yang sangat ramah. Di kelas bisnis ya enak makannya, hehe – lengkap dengan garlic naan, paneer saus bayam, dan kentang masak kari.

Tak berapa lama kemudian, pilot membuat pengumuman, bahwa kita sudah mencapai setengah perjalanan menuju Kathmandu. Di sebelah kiri pesawat, nampak jajaran puncak pegunungan dengan puncak diliputi salju, yang saking tingginya, seolah-olah puncaknya sama tinggi dengan pesawat kami. "Ladies and gentlemen, it’s a clear day, and you can The Himalayas on our left side" kata pilotnya. Ada sebuah puncak yang menjulang paling tinggi – ini pasti Gunung Everest! Sayapun menjepret dengan kamera saja – jarang-jarang kan kita liat Everest, hehe. "Benar-benar atap dunia ya…" kata Edwin. Dibawah kami, terlihat motif petak-petak kecil sekali, peradaban manusia yang terlihat seperti semut dari pesawat kami. Tanah terlihat coklat dan gersang, namun luas sekali. Tidak terbayang bagi saya yang berasal dari negara kepulauan, bagaimana rasanya tinggal di wilayah daratan seluas ini. "We will land in Kathmandu in 20 minutes" kata pilot mengumumkan. "Notice that there is 15 minutes time difference between Delhi and Kathmandu". Hah? 15 menit? Kagok tapi nyata!

Cheers,

Harry “Harnaz” Nazarudin

(moderator Milis Jalansutra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s