Sop Sapi di sebuah Rumah Makan simpang Jonggol Cibarusah


Sop Sapi dengan Kuah Minimalis

Sop Sapi dengan Kuah Minimalis

Setelah hampir delapan tahun saya kembali menyambangi rumah makan ini, pertama kalinya adalah ketika seusai berziarah di Cikundul (Makam Raden Aria Wiratanu Datar) Penyebar agama Islam di Daerah Cianjur. Waktu itu saya berempat dengan rekan mengendarai motor, kehujanan tiba-tiba di dekat persimpangan Jl Raya Jonggol – Cibarusah dia berbelok, tidak jauh dari simpangan kira-kira sekitar 200 meteran, ada sebuah rumah makan yang sederhana, namun kata teman saya, Sopnya boleh untuk dicoba…. Ternyata benar ditengah baju yang kebasahan menikmati sepiring sop sapi…… mantap….!.Nah rupanya sop ini begitu berkesan di indera pengecap saya, hingga minggu kemaren tgl 27  Feb 2011 saya berkesempatan mencoba lagi, sepulang menghadiri resepsi pernikahan teman di Cileungsi, saya pun kembali mengendarai motor menyusuri jalan Raya Jonggol, dan ahaaaa, ternyata gerimis hujan pun kembali menyirami saya hingga tiba di rumah makan tersebut.

Saya masih mengira-ngira letak rumah makan ini, karena lumayan lama saya tidak berkunjung ke tempat ini namun berdasarkan sepandang mata, melihat beberapa buah mobil dan motor berjejer di depan sebuah rumah makan……. Yup tidak salah lagi ini tempat yang saya cari. Tempat sudah banyak berubah, lantai keramik menggantikan lantai tegel. Saya mengambil tempat agak dipojokkan, memandang ke luar tampak pohon buah duku yang rimbun. Saya pun memesan pesanan yang sudah lama di nantikan. Tidak berapa lama datang 2 piring sop sapi, yup dipiring bukan dimangkok sebagai wadahnya.  Potongan daging dan jeroan sapi, serta tulang lunak berenang di kuah bening. Irisan daun seledri diatas kuah ini begitu menggugah selera. Seperti biasa, saya akan menikmati kuahnya terlebih dahulu sebelum menambahkan sambel cabe rawit hijau, hmmmmm begitu ringan, tidak terlampau berminyak. daun seledri menambah cita rasa kuahnya, potongan dagingnya tidak keras bahkan cenderung empuk. Ketika menambahkan sambel cabe rawit hijaunya… kuahnya begitu galak, membuat lidah menari-nari menaklukan sensasi pedasnya.

Dimeja makan pun ada beberapa lalapan yang menarik hati saya, karena cukup jarang saya temui yaitu, daun jambu mete muda ditemani dengan sambel terasi yang tidak kalah galak pedasnya. Rasa sepet daun jambu mete ini menambah cita rasa sambel ketika beradu di dalam indera pengecap saya. Tidak sadar cukup banyak saya menghabiskan daun jambu mete muda ini.

Istirahat Sebentar.......

Istirahat Sebentar.......

Puas menikmati sop dan lalapannya saya dan teman saya beristirahat sebentar mengendurkan syaraf-syaraf sambil menyruput teh tawar hangat.  Setelah selesai beristirahat kami pun bergegas membayar dan kami pun pulang dengan rasa cukup puas dihati. Tuntas sudah kerinduan saya, tak tau kapan akan kembali lagi. Total kerusakan saya sendiri hanya 16 ribu rupiah saja untuk 1 porsi sop sapi, Sepiring nasi, teh Tawar dan sebungkus Emping goreng.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s