PECAK GURAME BABEH NASUN


PECAK GURAME

“Orang betawi punye gaye”. Yup, Kita pernah mendengar ungkapan seperti itu gak percaya datang aja ke Rumah Makan milik Haji Nasun, orang betawi asli gak ada campurannya, jualannya Cuma pecak ikan, sayur pucung dan sop daging. tapi masakannya udah kesohor dikalangan pencinta kuliner, soal rasa sudah melegenda dan menjadi salah pusaka kuliner betawi.

Rumah makan yang terletak di Jl. Muhammad Kahfi II Jagakarsa ini tiap harinya gak pernah sepi dari pengunjung yang silih berganti berdatangan mencicipi kelezatan masakan ala betawi ini, di jam-jam makan siang kita akan terpana, karena hampir tidak ada tempat yang kosong. Nah kebetulan saya dan rekan2 dari komunitas jalansutra berkesempatan untuk mengunjungi rumah makan Haji Nasun dan mencicipi kelezatan pecak guramenya yang kesohor. Beruntung saya mengunjungi RM Haji Nasun ini pada hari libur, dimana tidak begitu banyak pengunjung. Tepat jam 09.30 RM Haji Nasun ini sudah membuka rumah makannya. Lumayan juga menunggunya datang ke tempat Haji Nasun jam 08.30.. lapar juga dari rumah udah gak sarapan pagi, disela-sela menunggu RM H Nasun Buka kita akan makin tersiksa, why..? karena kita akan mencium aroma pecak yang sudah tercium, begitu kuat menusuk hidung.

Menu andalannya ya sudah pasti pecak guramenya, tidak begitu lama pesanan saya pun sudah datang 1 porsi ikan gurame berikut kuah pecaknya. Ikan gurame sudah digoreng agak crispy, renyah dan rasa yang sedikit asin, disiram dengan kuah pecak yang begitu memikat. Dari sekilas pandangan, penciuman dan pengecap rasa, kuah pecak ini terbuat dari ulekan kacang tanah dicampur dengan kacang mede yang diulek agak kasar, bercampur dengan ulekan bawang merah, cabe merah dan bumbu yang saya tidak tau bumbu apalagi yang dipergunakan. Sruputan pertama kuah pecak ini nampol banget, rasa sedikit asam hasil perasan jeruk nipis dan rasa pedas ulaken cabe kasar membuat sensasi yang luar biasa, ditambah ulekan kasar kacang mede dan kacang tanah cukup menyentil kala digigit. Sedikit melakukan eksperimen, dengan mengiris tipis potongan mentimun lalu kita masukkan ke dalam kuah pecak ini, wedeh tambah mantap.

Asyiknya menyantap pecak gurame ini membuat keringat langsung bercucuran ditambah dengan  rasa pedasnya yang begitu kuat, membuat mulut meminta untuk disiram dengan segelas air untuk sekedar menghilangkan rasa pedasnya… huh mantap….!, dengan hanya 40 ribu rupiah kita sudah mendapatkan 1 porsi pecak gurame + nasi putih dan teh manis hangat oh ya ikan guramenya dapat juga diganti dengan ikan gabus yang tak kalah gurihnya dengan gurame. Pecak H Nasun layak menjadi juara dan menjadi salah satu pusaka kuliner warga betawi.

RM. BABEH NASUN

PECAK GURAME BABEH NASUN

Jangan menyangka yang negative dulu yah, bir yang satu ini dijamin kagak bakalan mabok, “lho koq bisa begitu.?” Orang pasti bilang “ya iyalah gak bikin mabok, minumnya sedikit.!”. minum sedikit maupun banyak bir yang satu ini tetap gak bakalan mabok, yang ada malah badan tambah sehat dan segar, pasti muncul lagi pertanyaan, “ Lho koq malah bikin sehat dan segar..?” nah justru inilah ciri khas bir ini.

Bir asli buatan masyarakat betawi ini yang menurut sejarahnya.. katenye nih ye..! dulu pada jaman penjajahan kompeni Belanda, ntu Kompeni Belanda sering mengadakan pesta-pesta yang sering menghadirkan bir sebagai salah satu minumannya, nah bir Belanda ini kan mengandung alkohol dan bikin orang mabuk, sedangkan masyarakat Betawi ini kan dikenal sebagai masyarakat yang sangat religius, pintar ngaji, tau agama lah  dan menjauhkan diri dari berbagai makan dan minuman yang diharamkan oleh agama Islam. Nah masyarakat betawi ini dalam rangka menyaingi minuman wong londo ini putar otak gimana caranya bikin minuman yang kagak bakalan bikin mabuk, nah akhirnya nongol lah minuman ini. Tapi kenapa dinamain bir pletok ya..? rupanya jaman dahulu di masyarakat betawi ini, ada cara memasak makanan di dalam bambu, nah pada saat memasak ini rupanya ada bunyi khas yang keluar, nah bunyi itu ya pletok…. Pletok… katenye sih begitu hehe he. Nyambung kagak sih…?

Minuman yang berbahan dasar  kayu manis, cabe jawa, jahe, kayu seucang, buah pala, cengkeh, lengkuas, lada hitam, daun pandan dan gula pasir. Semua bahan ini dimasak dalam satu wadah hingga matang dan mempunyai cirri khas tersendiri, berwarna kecoklatan dan aroma yang begitu kuat, dan mengeluarkan buih, nah dari buih inilah minuman ini disebut bir, karena bir asli kan mengeluarkan buih juga. Karena bahannya yang begitu banyak menggunakan rempah-rempah ini kesannya bagi saya sih seperti  jamu he hehe, karena rasa jahenya begitu kuat sehingga menimbulkan rasa pedas dan bikin hangat dibadan. minuman ini sih lebih baik diminumnya hangat-hangat. Bagi orang yang suka masuk angin bisa jadi obat ampuh untuk menolak masuk angin. Bir pletok ini banyak dijual sebagai oleh-oleh jika anda mengunjungi perkampungan Setu Babakan Jagakarsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s