CURUG LUHUR & MAKARONI PANGGANG BOGOR


Curug Luhur

Curug Luhur

bertepatan dengan hari Libur kenaikan Isa almasih yang jatuh pada tanggal 2 April 2010, rencana awal yang akan mengunjungi Cibodas akhirnya gagal total, dikarenakan beberapa rekan yang dari awal berniat ikut serta akhirnya di detik2 akhir perjalanan, membatalkan perjalanannya. Hasrat yang sudah membara untuk melakukan perjalanan sudah tak tertahankan, akhirnya mereschedule ulang perjalanan, dari tujuan awal ke Cibodas akhirnya diputuskan untuk menyambangin Curug Luhur.

Start awal dari POM Bensin TMII  Rekan Kantor saya yang bernama Thomas sudah menunggu dengan Yamaha Vixion-nya. Tepat jam 07.30 mesin motor sudah dihidupkan. menyusuri Jalan raya Bogor yang pagi hari itu masih tampak lengang, berbelok di daerah Palsigunung menuju jalan Margonda raya , diMargo City satu lagi  rekan kantor sudah menunggu. Pagi hari itu Jalan Margonda masih tampak lengang. sempat berhenti untuk sarapan pagi dengan semangkok Bubur ayam ditemani dengan sate usus dan ampela cukup mengganjal perut dipagi hari. Dengan perut yang sudah terganjal dengan baik, perjalanan dilanjutkan menyusuri Jalan Raya KSU yang tembus langsung di jalan raya Bogor tepatnya sebelum pertigaan warung jambu dua.

Dijambu dua sempat beristirahat sebentar menikmati segelas kopi mix ditambah dengan bakwan goreng (orang sunda bilang mah bala-bala) sambil menunggu teman yang berdomisili di daerah Bogor. Hampir setengah jam lebih menunggu, akhirnya yang ditunggu datang juga. Bergerak dari Jambu dua menuju ke daerah Empang, terus menuju ke daerah Ciapus, kondisi jalan yang terus mendaki, ditambah dengan kerusakan jalan yang cukup mengganggu, tanpa ada perbaikan,, semakin keatas ternyata kondisi jalan semakin sempit namun semakin mulus, tanpa ada kerusakan-kerusakan. Kontur jalan yang naik dan turun ditambah dengan banyak sekali tikungan yang cukup tajam memaksa motor dijalankan dengan agak pelan, bahkan disebuah tikungan motor sempat selip, ketika akan memasuki tikungan ternyata, di jalan banyak sekali pasir tanah, Alhamdulillah motor masih dikendalikan tanpa harus mencium aspal, coba siapa yang mau mencium aspal he heheh.  Tidak berapa lama saya sudah memasuki pintu Gerbang curug Luhur, dengan membayar uang masuk sebesar Rp. 15000 ditambah dengan parkir motor Rp. 5000. Ketika memasuki areal Curug Luhur ini masih belum ramai, hanya ada beberapa pengunjung saja, dengan menuruni beberapa anak tangga Curug luhur sudah tampak di depan mata, areal Curug luhur ini dikelola cukup baik, karena anak tangga sudah disemen kasar sehingga tidak begitu licin, kolam renang yang cukup besar dan cukup bersih ada di areal curug ini, dilengkapi dengan kolam luncur yang cukup baik dan cukup tinggi pula.

Akhirnya setelah menuruni beberapa anak tangga, sampai juga di depan curug luhur ini, curug yang cukup tinggi, airnya jernih dan tidak begitu deras, disekeliling curug ini tampak warung-warung makan, ruang ganti pakaian, namun saying ruang ganti pakaian ini dikelola dengan ala kadarnya, tanpa dilengkapi dengan penerangan yang bagus, sehingga kita harus berganti pakaian ditengah kegelapan. Selesai berganti pakaian akhirnya saya mencoba untuk mandi di Curug luhur ini. Batu-batu kecil cukup mengganggu langkah saya, sehingga harus tertatih-tatih untuk menuju curug ini, karena begitu banyak batu-batu kecil. Airnya ternyata begitu dingin, sehingga saya hanya mampu berendam tidak begitu lama daripada kedinginan, lalu saya  pindah ke kolam  renang yang ada di atas Curug ini. Selesai berenang saya kembali ke warung untuk mengisi perut dengan sepiring nasi goreng, soal rasa…? Enak aja sih soalnya memang lagi lapar berat. Semakin siang, curug luhur ini semakin ramai dengan pengunjung. banyak rombongan turing, keluarga, pasangan muda-mudi. Kayaknya karena tempat ini sudah begitu ramai dengan pengunjung kita memutuskan untuk meninggalkan curug luhur, sempat berdiskusi untuk rute pulang adalah melewati daerah Cinangneng Leuwiliang, namun karena bensin di tanki bahan bakar sudah menipis, dan kita juga tidak tau jarak ke Desa Cinangneng ini dan tidak tahu lokasi POM bensin terdekat, maka kita memutuskan untuk melewati rute awal pada saat berangkat. Sampai dengan di kota Bogor, memutuskan untuk beristirahat sebentar di Makaroni Panggang di Bilangan Jalan Salak Bogor, pengunjung tampak padat di tempat ini, dari yang sekedar menikmati suasana di Makaroni Panggang yang sejuk, karena menempati tempat yang banyak pohon sehingga angin semilir membuat sejuk tempat ini, membeli 1  bungkus macaroni panggang sekedar oleh-oleh untuk keluarga tercinta di rumah, 1 Makaroni Panggang biasa Rp. 45.000 dan yang special seharga 85.000, selesai menikmati suasana di tempat ini perjalanan dilanjutkan pulang ke rumah masing-masing.

Curug Luhur Bogor

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s