Perjalanan Gunung Galunggung – Tasikmalaya & Cipanas Garut


Start Persiapan di SPBU Bilangan Bekasi Timur

Di awal tahun 2010, persis tanggal 1 Januari 2010 angkanya keren juga tuh 01012010, setelah melakukan perencanaan kilat ala tentara Jerman menyerbu Polandia, dibuatlah perjalanan menuju Gunung Galunggung Tasikmalaya, Gunung yang di tahun 80 an sempat menghebohkan karena letusannya yang begitu dahsyat memuntahkan semua isinya.

Berkumpul di SPBU di bilangan Bekasi Timur, tepat jam 8.30 dengan menggunakan 4 motor perjalanan menuju ke Gunung galunggung dimulai. menyusuri Jalan raya Bekasi Timur menuju Cikarang Lalu lintas belum begitu padat, namun kita tetap ekstra hati mengingat jalan ini merupakan jalan yang banyak dilewati Kendaraan Besar, apalagi masih liburan panjang. Sampai di Cikarang sudah ditunggu oleh 1 rekan perjalanan lagi. Dengan bertambah anggota menjadi 5 orang perjalanan dilanjutkan kembali.memasuki kota Karawang, pemimpin rombongan salah jalan, mestinya melewati jalan baru (Ring road) tanpa memasuki keramaian kota Karawang, namun jalan diambil jalan yang lama, sehingga perjalanan agak tersendat karena lalu lintas yang mulai ramai kendaraan. Menyusuri jalan raya karawang rombongan mengambil rute belok kanan melewati daerah Klari, sempat kaget memasuki jalan raya Klari ini, karena beberapa bulan sebelumnya jalan ini rusak parah, namun rupanya sudah ada beberapa perbaikan sehingga jalan yang rusak parah ini sudah mulus kembali dengan betonisasi. Memasuki kota Purwakarta Jam sudah menunjukkan jam 11.00, beristirahat sebentar di Sebuah SPBU, duduk2 sambil menikmati air minum untuk sekedar menghilangkan dahaga. Sempat berunding untuk mengambil rute lewat mana, apakah lewat cikalong atau lewat wanayasa. tidak berapa lama akhirnya diputuskan untuk mengambil rute melewati Danau Wanayasa. Jalanan yang sempit namun mulus dengan sedikit tambalan mewarnai perjalanan ini, ditambah dengan ramainya jalur ini karena banyak muda-mudi Purwakarta yang memanfaatkan liburan panjang ini untuk mengunjungi Danau Wanayasa, untuk apa…??? Apalagi kalo bukan untuk berkasih-kasih…alias pacaran. He hehehe. Kesadaran menggunakan helm tampaknya ada kemajuan, karena selama menyusuri jalan raya wanayasa ini rombongan muda-mudi ini sudah menggunakan helm minimal yaitu type open face. Namun masih banyak juga yang menggunakan helm ala kadarnya, bahkan tidak menggunakan sama sekali. Jalan raya wanayasa ini kita disuguhi pemandangan perkebunan Kelapa sawit yang hijau membentang dengan latar belakang perbukitan yang pantang untuk dilewatkan. Berhenti sebentar untuk narsis-narsis ala model professional pun dilakoni. Namun sayang alam rupanya tidak bersahabat hujan mulai turun dan memaksa untuk menggunakan jas hujan. Tiba di Danau Wanayasa berhenti sebentar, untuk menyaksikan pemandangan disekitar Danau ini, ramai sekali danau ini dipenuhi muda-mudi, sehingga mengurangi hasrat untuk sekedar berfoto, perjalanan pun dilanjutkan kembali. Jam sudah menunjukan jam12.30 saat beristirahat makan siang di sebuah rumah makan yang cukup sederhana namun cukup ramai di penuhi pengunjung yang kelaparan he hehe. dengan model bangku dan meja panjang yang cukup banyak, kita mengambil tempat persis dipinggir pintu masuk. diatas meja sudah tersaji lauk pauk yang menurut saya cukup sederhana namun menyimpan potensi rasa yang cukup dahsyat. Nasi hangat dibungkus dengan daun pisang tampak menggoda, dengan lauk pauk pepes jamur ditambah dengan lalapan mentimun dan daun-daunan he he he he, kecuali daun pintu dan daun jendela, kayaknya lengkap tersaji. Yang menjadi juara di rumah makan ini adalah sambal oncomnya, berwarna merah hati, dengan rasa sambel yang tidak terlampu pedas. 1 mangkuk besar sambal oncom ini habis dimakan 5 orang. Menu yang sederhana, nasi hangat, pepes jamur dan sambel oncomnya begitu lekat dalam pikiran dan indera pengecap saya. Ingin rasanya kembali lagi untuk sekedar menikmati sambel oncom ini. setelah puas bersantap siang. Perjalanan kembali dilanjutkan, jalanan yang sempit namun mulus masih tetap mendominasi, ternyata jalan ini tembus ke jalan caglak subang yang menuju kearah Ciater.

Perjalanan mulai tersendat, musim liburan yang panjang cukup membuat kemacetan yang cukup parah dari sepanjang Jl. Raya ciater  – Tangkuban Perahu – Cikole – Lembang sampai dengan Jl Setiabudi. Sempat berhenti sebentar karena hujan yang mulai turun. Kembali perjalanan dilanjutkan membelah kota bandung menuju Jl. Antapani bandung. di simpang jalan, dekat saung angklung mang ujo, berhenti sebentar, karena ada Bro Rais dan Sis Novi, pasangan suami istri yang doyan jalan, tidak ketinggalan si Juniornya Ryan turut dibawa juga. Hujan yang begitu deras membuat beberapa titik di jalan menuju ke Jl. Anttapani di landa banjir, sehingga diputuskan untuk mengambil jalan lain yang melewati Jl. Bypass Soekarno-Hatta menuju ke arah Cileunyi.dan berbelok menuju kearah Nagrek, sempat berhenti sebentar disebuah Pom Bensin dibilangan Jl. Cicalengka, untuk sekedar mengisi bensin sambil shalat maghrib. Setelah maghrib perjalanan kembali dilanjutkan, hujan yang rupanya enggan berhenti ini membuat kewaspadaan bertambah, karena selain hujan, suasana yang mulai gelap, membuat jarak menjadi sangat terbatas, hati mulai dilanda was-was mengingat akan memasuki turunan nagrek yang curam dan berkelok-kelok, ditambah dengan hawa dingin yang mulai menyerang. Turunan yang curam dan berkelok-kelok ditambah dengan turunnya tanah merah yang dibawa air hujan, membuat jalanan semakin licin. Penggundulan pepohonan sepanjang bukit di tepian jalanan nagrek ini memang cukup parah sehingga air turun tidak tertahan membawa tanah merah yang sangat licin. Alhamdulillah dapat melewati itu semua. Hujan yang tadi deras perlahan mulai reda, namun masih turun rintik-rintik. Jalan raya di daerah gentong rupanya tidak ada tanda apapun sehingga kadang suka menyesatkan di jalan yang gelap, ditambah dengan banyaknya bus-bus yang melewati jalan raya ini, namun dengan perhitungan dan manuver yang tepat semua dapat diatasi dengan baik, dan tiba di Rajapolah sekitar Jam 20.30. beristirahat dirumah mertunya Bro Hendrawan aka One, sudah disambut dengan suasana kehangatan sehingga rasa lelah sedikit terobati, tanpa ba bi bu lagi, setelah ditawarkan makan malam langsung aja diserbu, karena rasa lapar, padahal di jl raya malangbong sempat menikmati semangkok mie rebus he he he, dengan menu yang sederhana, ayam goreng, + cah kangkung, dengan sambel dan lalapan sukses mengobati rasa lapar, sehingga lupa untuk membersihkan badan terlebih dahulu, rebahan sebentar langsung terlelap dengan pulasnya sampai suara azan shubuh membangunkan tidur.

Hari ke 2 Sabtu, 2 Januari 2010

Sejuknya udara pagi di Rajapolah ini, membuat hasrat untuk sekedar jalan-jalan di kota kecil ini yang merupakan jalur Utama menuju ke Kota Tasikmalaya dan Kota Ciamis. jalan yang masih lengang dengan udara pagi yang sejuk, kota kecil yang bernama Rajapolah ini mulai menggeliat, berjalan santai dengan menggunakan kaki he heheh bukan motor loh, dengan rekan2 menuju jalan raya sambil sarapan pagi dengan bubur ayam panas, yang lucunya ditambah dengan irisan kecil mentimun, disiram kuah kuning dan suwiran daging ayam, dengan cepat masuk ke dalam lambung perut, plus dengan teh hangat. lagi2 menu sederhana tapi cukup menceriakan suasana. Sampai dirumah dikejutkan dengan kedatangan Bro Gogon dan rekannya dari HMPC depok yang nekat nyusul dari Jakarta, Jumat malamnya. Salut buat loe bro he he

Selesai sarapan mulai mandi pagi dan berkemas lagi, untuk melanjutkan perjalanan menuju tujuan utama yaitu Gunung Galunggung, start jam 09.00 perjalanan menuju gunung Galunggung dimulai, memasuki daerah Indihiang, jalanan mulai menyempit dan mulai rusak, aspal yang terkelupas, bahkan sempat melewati jalanan kerikil yang masih tergenang air hujan, ketika memasuki kawasan Gunung Galunggung sempat ada masalah ketika, motor yang ditunggangi bro Henry Parasian aka Bodats mengalami kerusakan di rem depan, sehingga rem depan tidak berfungsi maksimal, namun karena tidak ada bengkel yang mampu menangani masalah tersebut, perjalanan akhirnya diputuskan dilanjutkan mengingat sudah dekat sekali dengan pintu masuk Gunung Galunggung, benar saja tidak sampai 5 menit, rombongan sudah memasuki pintu gerbang memasuki kawah gunung galunggung. Sempat terpaku dan terdiam sejenak, melihat awal masuk ke kawasan kawah gunung Galunggung  sudah dihadang sebuah tanjakan yang tingkat kemiringannya mencapai 30 derajat walaupun dengan kondisi jalan yang relative bagus, ambil ancang-ancang langsung tancap gas, akhirnya mampu melewati tanjakan curam tersebut. Jalanan mulai mendatar walaupun masih ada sedikit jalanan mendaki namun tidak securam diawal tadi. Ditengah perjalanan hujan mulai turun dengan deras sekali, tidak berapa sampai juga di tempat parkir menuju kawah Gunung Galunggung. Istirahat sebentar untuk melepas lelah sejenak, hujan masih rintik-rintik ketika mulai mendaki anak tangga menuju kawah Gunung Galunggung.

620 anak tangga menuju kawah gunung galunggung tampak angkuh menyambut tamunya he hehe, dengan masih menggunakan jas hujan lengkap + helm, perjalanan mendaki 620 anak tangga ini sangat berat, ditambah dengan hujan yang mulai turun lagi, sempat beberapa kali istirahat sebentar sekedar minum dan melemaskan kaki, kira2 setengah perjalanan kondisi badan sudah tidak  bisa diajak kompromi lagi, dengan kondisi hujan deras dan  udara dingin, ditambah dengan kaki yang sudah mulai lemas, akhirnya saya putuskan untuk tidak mendaki sampai puncak, saya turun sendiri meninggalkan teman2 yang melanjutkan perjalanan mendaki 620 anak tangga ini mencapai puncak. Tiba dibawah, langsung masuk ke sebuah warung dan langsung memesan mie rebus + telor ditambah dengan minuman isotonic. Dengan kaki yang masih gemetaran karena lemas, mie rebus + telor ini terasa nikmat sekali, ditambah dengan bakwan goreng yang masih panas karena baru saja diangkat dari penggorengan. Kurang lebih 30 menit saya menunggu teman2 saya di warung, ketika satu persatu teman2 saya berdatangan dengan kondisi yang sama, kaki lemas euy.

Sesudah beristirahat di warung tersebut perjalanan turun masih ditemani hujan yang semakin deras, jarak pandang lagi-lagi menjadi terbatas, karena kabut mulai turun, satu persatu mulai turun dengan menjaga jarak, bodats yang mengalami trouble rem depan, berada paling depan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, “sorry dats, kalo ada apa ente yang nyusruk duluan “ he he he celoteh seorang teman, tawa lepas pun terdengar , lumayan untuk melupakan sejenak udara dingin. Dengan masih tetap berkomunikasi melauli radio komunikasi, agar jarak tetap terjaga dengan aman, mengingat turunan curam diawal perjalanan masih menanti. Alhamdulillah tidak berapa lama mampu melewati turunan curam tanpa hambatan yang berarti. Keluar dari kawasan indihiang menuju jalan raya Singaparna menuju ke Cipanas Garut. Ditengah perjalanan sempat berhenti sebentar untuk menunggu bodats yang memperbaiki rem depannya terlebih dahulu. Selesai memperbaiki kerusakan pada rem depan, perjalanan dilanjutkan kembali. Jalan yang meliuk-liuk mendominasi perjalanan jalur Singaparna menuju ke Cipanas garut, ditambah dengan kondisi jalan yang licin, sehabis diguyur hujan. Tiba dikota Garut sudah maghrib, mampir sejenak disebuah warung tenda yang menyediakan menu ayam goreng dan ayam bakar, ayam gorengnya lumayan empuk dan gurih ditambah dengan sambelnya yang mantap, apa karena kelelahan, dan kedinginan sehingga membuat ayam goreng itu begitu nikmat….?? Rasa-rasanya begitu he hehehe. Selepas makan perjalanan dilanjutkan kembali menuju ke Cipanas – Garut. Bro Andry dan Bro Hery yang sudah sampai duluan di Cipanas begitu beruntung karena mendapatkan 1 rumah di depan sebuah hotel Tirta Alam, rumah dengan 2 lantai dan 3 kamar tidur ditambah dengan kolam air panas untuk berendam dengan harga yang cukup bersahabat. Suasana malam di kota Cipanas tampak begitu ramai, hotel2 yang penuh dengan mobil Plat B dan Plat D begitu mendominasi kota Cipanas ini. malam2 berendam di kolam rendam yang ada di rumah tersebut cukup nyaman, badan terasa fresh ketika mulai nyemplung ke dalam kolam ini…. cekot…cekot membuat nyaman badan, sehingga kantuk mulai menyerang, karena begitu nyamannya berendam air panas ini. tidak sampai tertidur di kolam rendam ini, kebalikannya dengan teman saya “Bodats” yang tertidur cukup lama di kolam air panas ini saking enaknya berendam. Selesai berendam di air panas, badan kayaknya gak bisa diajak kompromi lagi, langsung ambil selimut dan tertidur pulas di depan televisi yang masih menyala.

Hari Ketiga, Minggu 3 Januari 2010

Jam 6 terbangun, langsung berendam lagi kolam air panas, kali ini tidak begitu lama, mengingat perut sudah kocar-kacir pengen di isi, selesai mandi, menuju ke jalan raya mencari sarapan pagi, lagi-lagi yang ketemu bubur ayam lagi.. kali ini bubur ayam ala Garut, kemaren Bubur Ayam ala Tasik he hehe, beda-beda cara penyajiannya. Jalan-jalan sebentar di lalu mulai persiapan untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta. Seperti biasa jam 09.00 melanjutkan perjalanan, berhenti sebentar di pusat oleh2 sekitar kota Cipanas, jalan raya Cipanas menuju Leles ini tampak padat dengan kendaraan, diputuskan untuk tidak melewati jalur Nagrek, kali ini disebuah perlintasan kereta api, ambil jalur menuju Bandung via Cijapati, jalur yang sempit yang cukup hanya 2 mobil berpapasan. Jalanan dengan kondisi mulus, namun berkelok-kelok dan tanjakan yang cukup tinggi mendominasi awal jalur ini, ditengah perjalanan kita disuguhi dengan pemandangan yang luar biasa, dengan kiri jalan jurang dan kanan jalan perbukitan, hamparan sawah tampak terpampang begitu indah, hijaunya pepohonan di perbukitan membuat sejuk udara, sempat berhenti sebentar untuk sekedar berpose dan berfoto. Selesai melahap tanjakan dan sudah sampai puncaknya perbukitan, kali ini jalan mulai menurun, gatel rasanya jika melihat jalanan mulus dengan kontur jalan menurun dan berkelok-kelok untuk untuk memainkan motor sambil agak rebahan model valentine rossi menyalip di tikungan he he he, adrenalin cukup terpacu kala menyalip di tikungan, berpapasan dengan kendaraan yang datang dari depan, takut2 selip….. sempat berhenti sebentar, ketika jalanan mulai mendatar dan lurus, untuk menunggu teman2 yang masih bergaya dan berpose di pinggir jalan. rupanya-jalan ini tembus sampai dengan Jl Raya Cicalengka, berpisah dengan Bro Rais dan Sis Novi di bypass Soekarno – Hatta, istirahat sejenak di RM Ampera, untuk makan siang karena sudah jam sudah menunjukkan jam 12.15.  dengan menu yang sederhana, hanya bermodalkan pepes jamur + sayur asem dengan pete berbagi dengan Bro Hendrawan. Tepat jam 13.00 perjalanan dilanjutkan kembali. Berpisah dengan Bro Hendrawan di RM Ampera, karena dia akan stay di Bandung dan keesokan harinya melanjutkan perjalanan menuju Cirebon. Kali ini dengan anggota yang tersisa perjalanan kembali dilanjutkan, di sekitar Rajamandala hujan kembali turun dengan derasnya, kali ini ditambah angin yang cukup kencang, cukup membuat oleng motor. Jarak pandang kembali terbatas karena begitu derasnya hujan, lampu sudah tidak membantu sama sekali, dalam hati hanya berdoa moga-moga tidak terjadi apa-apa, memasuki jalur cikalong wetan, hujan mulai berhenti, beristirahat sejenak di sebuah POM Bensin. Selesai beristirahat perjalanan kembali dilanjutkan kembali, belum ada 30 menit perjalanan, problem kembali melanda motor Bro bodats, kali ini bannya bocor, untung masih di daerah ramai dan tidak begitu jauh ada tambal ban. Problem selesai, perjalanan kembali dilanjutkan, tepat jam 21.15 menit sudah tiba dirumah. Perjalanan yang begitu melelahkan, kondisi jalan yang panas, dingin, cuaca cerah sampai hujan, jalan yang mulus, sampai dengan jalan yang hancur berhasil dilewati tanpa ada hambatan yang berarti.

Thanks to

  1. Andry Berlianto aka Berly
  2. Hendrawan aka One
  3. Djoko Susilo aka Deejee
  4. Henry Parasian aka Bodats
  5. Heriyanto Chandra darma aka Hery Smart
  6. M. Rais & Sis Novi + Juniornya Rian
  7. Gogon and friend

Penulis

Alex Setia



One thought on “Perjalanan Gunung Galunggung – Tasikmalaya & Cipanas Garut

  1. Hiya very nice website!! Guy .. Beautiful .. Wonderful ..
    I will bookmark your site and take the feeds also? I’m happy to search out numerous helpful information here within the submit,
    we’d like develop more techniques on this regard, thank you for sharing.
    . . . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s