Tradisi Kuliner saat Lebaran


Tradisi kuliner yang selalu ada di Keluarga ane sih seperti biasa dari tahun ke tahun adalah tradisi “ANDIL” dimana beberapa orang yang masih mempunyai hubungan famili secara patungan membeli seekor kerbau, untuk dipotong, daging dan yang lainnya dibagi rata sesuai dengan jumlah peserta yang ikut dalam Andil tersebut. Nah daging kerbau ini yang enak dibuat “SEMUR” daging kerbau yang soal rasa boleh diadu dengan semur-semur yang lain, daging kerbau yang masih fresh membuat daging yang sedikit keras ntu terasa manis, dan daya tahan semur daging kerbau tersebut bisa awet selama 5 hari dengan cara dihangatkan, nah kalo udah lebih dari 5 hari daging tersebut dikeringkan, tinggal di goreng deh, rasanya gak jauh beda dengan semurnya he he he he, yang jelas ampe bosen makan semur daging kerbau, selain dibuat semur, dibuat pula rendang daging kerbau, rasanya gak jauh beda dengan rendang rumah makan minang lah. Namun sayang ada tradisi yang sudah lama menghilang, dimana sudah tidak ada lagi keluarga yang mengaduk dodol betawi, kepraktisan menjadi kambing hitam dimana dodol betawi sudah jarang dibuat lagi. Proses pembuatan dodol yang lama sekali dan butuh tenaga ekstra ini, serta harganya yang cenderung mahal, membuat dodol betawi ini sudah lama ditinggalkan….. sayang sekali……..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s