Perjalanan ke Berau Kalimantan Timur


Bandara Kalimarau - Tanjung Redeb

Bandara Kalimarau - Tanjung Redeb

Setelah ada rekan JS yang mereview tentang perjalanan ke Balikpapan dan seputar Kalimantan timur, saya jadi ingat perjalanan menuju Ke Kabupaten Berau di daerah Kalimantan Timur juga dan merupakan daerah penghasil Batubara yang cukup besar selain di daerah Melak dan daerah Sanggata.

Berangkat dari rumah Jam 4 Pagi, karena berangkat dengan menggunakan pesawat Air Asia flight pertama ke Balikpapan, pesawat berangkat jam 6 Pagi, proses check in sampa ke ruang tunggu pesawat berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti Iseng-iseng ngobrol ke teman “mudah-mudahan gak ada delay yah”, teman menjawab jangan ngomong begitu ntar kejadian lho !”. ternyata benar aneh bin ajaib, gak lama setelah itu, petugas dari air asia memberitahukan bahwa pesawat ditunda keberangkatannya selama 3 Jam !!!!. wah kita langsung panik dan memutuskan untuk mencari pesawat yang lain menuju ke Balikpapan. Setelah melakukan refund ticket langsung cari tiket ke balikpapan, Aha !” ternyata calo selain merugikan ternyata membawa berkah bagi kita dengan bantuan calo kita dapat ticket ke Balipapan dengan pesawat Batavia Air dan berangkat Jam 8.30 WIB. Alhamdulillah ticket sudah dipegang, walaupun 500 ribu lebih mahal demi tidak terlambat sampe Balikpapan tidak apalah, kantor yang bayar ini.

Jam 9.00 delay 30 menit, pesawat berangkat Ke Balikpapan, ternyata di pesawat Batavia Air ini menuju ke Balikpapan Via Surabaya, Amboi di Surabaya Pesawat Transit selama 30 menit.akhirnya tibalah kit adi Balikpapan Jam 12. siang waktu Balikpapan Karena ada perbedaan waktu 1 jam lebih.  Kami bergegas keluar sambil mencari penjemput di Bandara Sepinggan, ternyata musibah blm berakhir. Ternyata kami batal dijemput, akhirnya kami cari Taksi yang menuju ke Samarinda setelah tawar-menawar akhirnya disepakati Balikpapan Samarinda menjadi Rp. 200.000 ribu rupiah. Perjalanan dari balikpapan menuju ke Samarinda ditempuh selama 2 jam  mampir sebentar di rumah makan Padang, pesan Rendang dan Ayam bakar. Ternyata rendangnya kurang pedas dan Ayam bakarnya bumbunya kurang nendang, karena biasanya ayam bakar di Rumah makan padang itu kaya akan bumbu dan bumbunya itu terasa banget pada saat kita mencicipi ayam bakarnya, tapi lumayan lah buat ngisi perut. Total kerusakan Rp 80 ribu rupiah untuk 2 orang. Perjalanan ke Samarinda dilanjutkan kembali.

Kami berdua memang sama sekali belum pernah singgah di bumi Kalimantan ini dan ini pertama kalinya kami menyentuh bumi Kalimantan, perjalanan ke samarinda melewati Bukit Soeharto yang menurut sopir taksi itu sebelum KRISMON akan dieksplorasi karena banyak mengandung batubara, dan kalau jadi itu memang tambang batubara yang sangat besar sekali. Tapi entah sekarang tidak ada beritanya lagi. Jalan menuju samarinda ternyata banyak sekali tikungan-tikungan dan didominasi dengan naik turun bukit. Tiba di samarinda hampir jam 4 sore. Langsung menyelesaikan pekerjaan. Di samarinda tidak berhasil hunting makanan karena pekerjaan baru selesai Jam 3 Pagi, Musibah ternyata belum berakhir. Dapat info dari Kantor Cabang bahwa Ticket Samarinda – Berau habis, jadi harus melalui Balikpapan. Jadilah saya harus berangkat ke Berau Via Balikpapan, menyedihkan sekali sekaligus menjengkelkan. Jadilah saya sendiri berangkat sendiri ke Berau sedangkan rekan saya berangkat ke Bontang. Selesai Pekerjaan Jam 3 Pagi tidur sebentar jam 7 berangkat ke Balikpapan. Tiba dibalikpapan Jam 9 Pagi langsung cari makan, sayangsekali di didalam Bandara Sepinggan tidak ada makanan yang dapat direkomendasikan. Pesan Nasi Goreng ternyata rasanya ala kadarnya tapi harganya mahal, 20 ribu rupiah dengan rasa yang ala kadarnya. Tepat Jam 10.30 dengan menggunakan  Pesawat dari Trigana Airways jenis ATR-42 berangkatlah saya ke Berau didalam perjalanan saya berbicara dengan seorang Bapak dan istrinya setelah mengobrol panjang lebar akhirnya ketahuan ternyata Bapak dan istrinya berasal dari Bogor yang ingin liburan melihat anak cucunya disana dari Bapak ini saya tahu bahwa selain Trigana Airways ada Maskapai lain yang menerbangi Balikpapan – Berau. Perjalanan ditempuh selama 1 Jam Lebih tiba disana sudah siang, ibukota Kabupaten Berau bernama Tanjung Redeb setelah jemputan tiba langsung menuju Hotel, di Tanjung Redeb yang saya pikir hanya ada Hotel yang biasa saja, ternyata pikiran saya jauh sekali dengan kenyataan, di Tanjung Redeb ada Hotel Sederhana yang terletak di Pusat Kota Tanjung Redeb, tapi karena saya kurang suka dengan keramaian di pusat kota saya memilih untuk mencari agak ke pinggir, akhirnya saya menginap di Hotel Bumi Segah, Rate-nya Rp. 250.000,- rupiah dengan ruangan kamar yang lumayan besar. Setelah istirahat sejenak langsung bekerja sampai denga jam 8 malam. Selesai bekerja langsung cari makan malam, dengan diantar sopir saya mencari makan di Pusat Kota Tanjung Redeb, ternyata banyak sekali pilihan disana, ada soto Banjar, Ikan Baronang Bakar,  bahkan pecel lele ada disana. Akhirnya saya memantapkan pilihan disebuah warung tenda dengan memesan ikan baronang bakar dan cumi bakar, rasa ikannya agak sedikit asin tetapi gurih, cumi bakarnya sama agak asin dan gurih, mungkin itu cirri khasnya kale, atau emang penjualnya pengen kawin kali jadi jualannya agak asin semua (di daerah Betawi ada istilah begitu ada anak gadis yang disuruh memasak dan masakannya asin berarti anak gadisnya pengen kawin he hehe maklum orang betawi asli).

Di Berau banyak sekali Perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang Pertambangan Batu bara, namun ada juga dibidang perkayuan salah satunya adalah PT. Kiani kertas, menurut orang-orang sana,  Bandara di Tanjung Redeb sebenarnya dibangun oleh PT Kiani Kertas untuk menunjang operasional perusahaan, namun setelah Krisis Moneter, Bandara tersebut diambil alih oleh pemda Berau dan operasional PT Kiani Kertas pun entah masih beroperasi atau tidak. Sebenarnya dari Samarinda menuju Berau dapat ditempuh melalui perjalanan darat dan lewat sungai. Jika menggunakan jalan darat akan menghabiskan waktu 12 jam, dengan kondisi jalan yang masih tanah dan kalau hujan menjadi sangat sulit untuk dilewati, tapi dengar kabar dengan penyelenggaraan PON di Kaltim dan Berau merupakan salah satu kota yang mempertandingkan cabang olahraga, sudah dibangun Jalan yang layak untuk dilalui kendaraan kontingen PON, mengingat pesawat yang menuju kesana terbatas sekali. Kalau menggunakan jalur sungai harus menunggu musim hujan, karena jika musim kemarau sungainya tidak dapat dilewati karena menjadi dangkal. Kota Berau juga merupakan pintu Gerbang untuk menuju kepulauan Derawan yang terkenal dengan keindahan pulaunya dan wisata bawah airnya dan tidak kalah dengan Bunaken di Kota Menado. Sayang sekali karena keterbatasan waktu tidak sempat mengunjungi Pulau Derawan Nan Eksotik untuk dikunjungi.

Setelah puas menyantap makan malam berhubung masih lelah maka saya langsung Balik ke Hotel untuk istirahat karena besok paginya langsung berangkat pulang ke Jakarta Via Balikpapan. Pagi-pagi sekali  setelah sarapan di Hotel dengan menu Bubur Ayam dan Nasi goreng (menunya makanan berat semua lidah tidak biasa dengan roti ditambah selesai kurang nendang di perut) dengan menggunakan kendaraan Hotel, langsung berangkat ke Bandara Tanjung Redeb, karena pesawat berangkat Jam 8 pagi menuju Balikpapan via Samarinda, masih menggunakan Trigana Airways dengan jenis Pesawat yang sama ATR 42. tiba di Samarinda pesawat mendarat di Bandara Temindung  wuah bandaranya sempit sekali, diapit dengan banyak sekali perumahan dengan ujung landasan yang sangat sempit, menurut saya sih sudah gak Layak ada Bandara di Pusat Kota samarinda, saya Tanya penumpang sebelah saya, pernah pesawat tidak jadi mendarat karena banyak sekali muatan sehingga daya angkat pesawat menjadi kurang. Pesawat singgah di Bandara Temindung hanya sebentar sekitar 20 menit, dilanjutkan ke Balikpapan yang ditempuh hanya  + 15 menit. Di kota Balikpapan mungkin sudah banyak wisata kuliner yang sudah diceritakan di dalam Milist ini, mungkin oleh-oleh yang saya bawa adalah Batik Khas Kalimantan Timur dengan corak yang berbeda dari Batik Jawa, saya membeli atas rekomendasi Teman di Toko Fitriah Souvenir, yang menjual Batik Khas Kaltim dan banyak accessories lainnya dari yang murah sampai yang mahal ada semua.

Inilah sekelumit perjalanan saya menuju ke Kota Berau (Tanjung Redeb) Kalimantan Timur .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s