Perjalanan Ke Pulau Natuna-Propinsi Kepulauan Riau


Kantor Bupati Kep. Natuna

Akhir Februari 2007 ditugaskan dari Kantor ke Pulau Natuna Propinsi Kepulauan Riau, saat menerima tugas ini yang terbayang adalah suatu pulau terpencil yang letaknya jauh dan terletak di tengah samudera yang banyak menghasilkan gas dan minyak bumi. Berdua dengan rekan kerja berangkat dari Jakarta menuju ke Pulau Batam menggunakan pesawat Mandala Air jenis Airbus A-318, pesawat berangkat tepat waktu bahkan 15 menit sebelum pesawat berangkat kita sudah di dalam kabin pesawat.

Tiba di batam sore hari dijemput dari Kantor cabang lalu dilanjutkan perjalanan menuju pelabuhan penyeberangan menuju ke Tanjung Pinang, Dapat Kapal terakhir yang menuju Tanjung Pinang perjalanan ditempuh hampir 1 Jam dengan ongkos perorang Rp. 45.000,- Bergegas turun dari Pelabuhan Tanjung Pinang dengan menggunakan Taksi mencari hotel, hotelnya masih baru dengan tariff 250 ribu per malam.

Malam harinya bersama rekan kerja langsung cari makan malam diseputaran hotel akhirnya dapat persis di depan Hotel ada Toserba Ramayana di Jalan Batu 12. pesanan berupa steamboat dan ikan bakar. Yah dari segi rasa biasa aja sih gak ada special, Cuma sebagai ganjalan aja menahan lapar. Pagi hari selesai sarapan kita langsung cabut ke Bandara Kijang sekarang sih namanya bandara Haji Fisabillah setelah per April kemarin diresmkian GUbernur Kepri. Menggunakan Riau Airlines kita berangkat menuju P. Natuna dengan schedule keberangkatan Jam 10.00 waktu setempat. Sampai dengan Jam 12.00 pesawat belum tiba di Bandara. Eh terus ada pesawat mendarat, lho lho koq kecil sekali mungkin jenisnya kayak Nomad begitu olala la cemas juga nih naik pesawat kecil gini isinya Cuma 10-12 orang, eh ternyata pesawat ini bukan tujuan ke P. Natuna Pesawat ini tujuan Ke Pulau Matak. Bersyukur tidak jadi naik pesawat kecil gini. Jam 14.00 Akhirnya Pesawat tiba wou lumayan gedean Jenis Fokker-50, kita langsung bersiap-siap berangkat, tapi-eh tetapi ada kerusakan di radar pesawat sehingga pesawat tidak jadi diberangkatkan. Wow kecewa banget bayangkan kita sudah tiba di bandara dari jam 09.00 s/d jam 16.00 pesawat tidak jadi berangkat dan ditunda sampai besok tanpa ada kompensasi apapun huh mengecewakan sekali.Ya udah langsung cabut kembali ke Kota Tanjung Pinang cari Hotel, karena malu, masa balik lagi ke hotel yang lama akhirnya kita cari Hotel lain yang baru akhirnya dapat hotel di dekat Pelabuhan Tanjung Pinang Lupa Nama hotelnya. Lumayan semalam Cuma 250 ribu saja. Malam langsung jalan ke pelabuhan cari makan eh dipinggir pantai ternyata banyak orang. Rupanya Pantai di Pelabuhan Tanjung Pinang ini merupakan tempat rekreasi keluarga, disepajang pinggir pantai yang ada hanya Tukang Bakso dan Tukang Rebus Jagung, wah gak nendang nih makan kayak gini, akhirnya dengan berjalan kaki bergeser menyusuri Pantai, Yup dapat tempat makan yang enak. Langsung aja pesan Ikan Bawal Bakar dan Cumi Bakar, uhm yumi banget Ikan Bawalnya gurih dan manis, Cumi bakarnyaya pun tak kalah enak dengan ikan bawal bakarnya . sudah kenyang langsung balik ke Hotel, sudah kenyang langsung tidur. He hehe mengakibatkan obesitas.

Fokker 50 di Bandara Ranai Natuna

Pagi hari dengan mencarter mobil hotel kita langsung balik lg ke Bandara Kijang, alhamdulillah pesawat tepat waktu langsung berangkat. Cuma yang surprise diatas pesawat kita dapat makanan nasi dengan oseng-oseng kacang panjang, wah jadi mikir, ini makanan jangan2 mesan di warung di sekitar Bandara karena pas sarapan pagi, menunya persis sama dengan yang di warung.Tiba di Ranai, (Orang sana menyebutnya Ranai “Rantau Nan Indah” bukan Natuna) SURPRISE, bandaranya ternyata Pangkalan Angkatan Udara, Jemputan sudah tiba langsung berangkat menuju ke Hotel, kalo Gak salah namanya Hotel Natuna Jaya, katanya sih Hotel paling bagus di Natuna Tarifnya gak tau, karena udah ada yang bayarin, jadi gak pusing-pusing mikirin bayar. Stay di Natuna selama 6 hari. Selama di Natuna mungkin lebih banyak makan di Warung di Hotel, orang sono sih nyebutnya kafe tapi kalo kata rekan saya sih warung, sarapan pagi biasanya Nasi Goreng dan Teh O dan sop ikan, mungkin makanan yang beda adalah Sop Ikan ini, karena saya baru coba. Mungkin masakannya mirip seperti sop, dengan potongan ikan Tuna yang di iris dadu agak besar, dan rasanya gurih dan sedikit asam. Rumah makan yang terkenal disana adalah Rumah Makan Gerai dan Rumah makan padang Ajo Basamo. Rumah makan Gerai lebih banyak menyajikan masakan sea food, sedangkan Rumah makan gerai lebih banyak masakan padang, yang paling enak di Rumah Makan Ajo Basamo adalah Kepala Ikan Kakapnya yang wuih sedap banget, dan paling cepat habis dilahap he he he enak banget seh. Tapi selama di Ranai ada Kejadian Unik yang mungkin baru pertama kali ini saya alami. Malam hari setelah urusan pekerjaan selesai kita cari makan di Pinggir Kota Ranai, kami menyebutnya Pantai Stress, karena Cuma itu obat ngilangin stress, karena disana jarang sekali hiburan. Kejadiannya kami makan sate padang di sebuah rumah makan yang menyajikan sate padang, kami pesan 4 porsi, terus pelayannya Tanya, sate padang pake bumbu kacang apa bumbu kecap, gubrak !!!!! apakah memang ada sate padang pake bumbu kacang or kecap ??? kami semua terkejut Hah !!! ya udah kami sepakat pesan pake bumbu kacang dan bumbu kecap. Tak lama datanglah pesanan kami. Ternyata eh ternyata ini mah bukan sate padang tapi sate yang biasa dijual di Jakarta. Sudah jelas-jelas di rumah makan tsb tertulis Sate Padang. Udah gitu potongan dagingnya kecil banget, terus dibakar ya tambah kecil lagi, rekan-rekan pada ketawa ” ini mah bukan makan sate tapi makan tusuk sate ha ha ha ha”.Hari terakhir sebelum balik ke Batam kami berencana mengunjungi pulau Sedanau pulau disekitar Pulau Natuna Besar, tapi berhubung cuaca buruk dan ombak tinggi, maka kami membatalkannya.

Pelayan Hotel di P. Natuna

Akhirnya setelah 6 hari kami pulang juga ke Jakarta Via Batam. Ada perbedaan besar antara Bandara di Natuna dengan bandara di Batam. Di Natuna kami menunggu pesawat di Bawah Pohon beringin sambil makan Bakso dan Es Jeruk ha ha ha nikmat banget tuh baksonya, pesawat yang kami tumpangi sama always Riau Airlines (RAL) dengar2 kabar sih Maskapai Kartika Air mo masuk kesana mudah-mudahan saja benar, jadi gak ada monopoli lagi, karena potensi pariwisata disana cukup besar. Tiba di Batam kami langsung mencari Hotel, Hotel Formosa namanya tarifnya lumayan 500 ribu semalam lokasi dekat di daerah Nagoya. Batam memang surga bagi orang singapura, karena di Hotel saya menginap rata-rata adalah orang singapur yang mo cari Hiburan, di daerah Nagoya banyak sekali bertebaran panti pijat yang beneran sampe yang plus, setelah mandi dan berganti pakaian saya dan rekan saya langung cari makan di seputaran Nagoya. Mo coba sop Ikan batam tapi ternyata sudah habis, terpaksa deh makan sate padang. Tapi ehm sate padangnya lumayan enak bumbunya pedas dan rasanya wuih nendang banget bumbunya yang kecoklatan berpadu padan dengan ketupat yang beras yang legit mamia lezato!!!. selesai makan cari oleh-oleh Parfum dengar cerita sih katanya sih asli dari Singapur, ga tau deh asli apa gak yang penting wangi. Sudah puas belanja oleh-oleh balik ke Hotel. Alhamdulillah dipesanin ticket sama orang kantor cabang pake Garuda. Akhirnya dapat yang nyaman juga, welcome back Jakarta……

About these ads

3 responses to “Perjalanan Ke Pulau Natuna-Propinsi Kepulauan Riau

  1. om sy jd kangen dgn ulasan anda,sy pernah tinggal d ranai laut,jl sukarno hatta pasnya d penginapan jawa indah punya pk budi malang,d bwhny RM ajo basamo,yg terkenal dgn sop kpla ikan kakap,kgn pgn ksna lagi tapi bila,salam buat ibu suwalis d ranai darat n kluarga,ibu budi d pgnapan jawa indah d ranai laut,ajo basamo n kluarga,pak suwalis di batubi,kawan2 di batu hitam,Allah maha besar,begitu indah n ramahnya RANAI…..RANTAU NANG INDAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s